Selamat Datang!

Silahkan kunjungi website Kami di :

www.yrci.or.id

Terima kasih telah berkunjung di blog Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia (YRCI).

Sebuah karya cipta merupakan suatu anugrah yang sangat luar biasa dari Sang Maha Pencipta. Tidak sedikit dari manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa tersebut yang dituangkan dalam sebuah karya cipta, baik dalam tulisan maupun yang lainnya.

Sebuah karya cipta Anda dapat berupa seni, ilmu pengetahuan, sastra dan lain-lain yang merupakan Hak Kekayaan Intelektual atau sering disebut Intellectual Property Rights.

Jika Anda menjadi anggota YRCI dengan mendaftarkan diri, Anda dapat memperoleh perlindungan dan royalti atas hasil perbanyakan karya cipta Anda.

YRCI mendukung dan mendorong kreativitas serta mempromosikan karya kreatif Anda, baik di dalam maupun di luar negeri.

Doktrin “First Sale” Mengalami Pergeseran Makna

Sumber : Harian Analisa                                

Oleh: Dr. Iman Sjahputra, S.H., SpN. LL.M.

Hingga kini masyarakat masih mempertanyakan kapan suatu karya cipta boleh diperbanyak, diumumkan dan diedarkan tanpa melanggar hak cipta dari seorang pencipta. Pertanyaan itu logis, karena dalam konsepsi hukum hak cipta tidak ada kewajiban untuk mendaftarkan suatu karya cipta.

Baca lebih lanjut

Buku Elektronik Masa Depan Perbukuan

Kini buku-buku elektronik terbitan luar mudah diperoleh dari internet. Bagi yang akrab dengan teknologi ini, memperoleh buku elektronik jauh lebih mudah dan lebih menguntungkan dibanding menemukan buku cetak.

Persoalan hak cipta

Salah satu kesibukan pengunjung pameran buku di Frankfurt berkaitan dengan urusan hak cipta terjemahan. Urusannya tawar-menawar harga hak cipta. Negosiasi umumnya menyangkut pencetakan dan royalti. Namun, hampir 90 persen urusannya tidak langsung terkait dengan hak cipta buku elektronik (digital).

Baca lebih lanjut

Aturan Hak Cipta Lukisan

805120829_Sejarah-Hak-Cipta-LukisanKemandekan kreativitas memicu budaya mencontoh dan meniru. Ujungnya melanggar hak cipta.

OLEH: ANNISA MARDIANI
Sumber: Historia.co.id

AD PIROUS, seniman lukis kaligrafi mendapati karya-karyanya dipalsukan dan dijual di sebuah toko karya seni rupa. “Saya terpana dan gagap menghadapi situasi yang tidak pernah saya bayangkan. Saya harus bertindak apa?” tulis Pirous dalam pengantar buku Sejarah Hak Cipta Lukisan karya Inda Citraninda Noerhadi.

Baca lebih lanjut

YRCI Ajak Pelajar Hargai Hak Cipta

12 Okt 2012 10:00:28| Nasional | Penulis : Masuki M. Astro
Surabaya – Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia (YRCI) melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi dengan mengajak para pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk bisa menghargai hak cipta sebagai wujud penanaman kejujuran dalam berkarya.Ketua YRCI Kartini Nurdin dalam keterangannya kepada ANTARA di Surabaya, Jumat, menjelaskan bahwa sosialisasi itu merupakan program nasional dan pada 2013 akan menyasar sejumlah universitas dan sekolah-sekolah, mulai SMP hingga SMA di Baca lebih lanjut

Menghindari Plagiarisme dalam Menulis

Untuk menghindari plagiarisme dalam menulis, berikut beberapa hal yang perlu dipahami penulis:

Prinsip Perlindungan Hak Cipta

Hak cipta lahir seketika setelah sebuah karya dilahirkan (Pasal 2 ayat [1] UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta atau UUHC), yakni pada saat sebuah karya sudah merupakan suatu bentuk kesatuan yang nyata, yang memungkinkan perbanyakan hasil karya itu. Pendaftaran di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (“Ditjen HKI”) ataupun pengumuman, tidak menjadi syarat bagi seorang pencipta memperoleh hak cipta. Dalam kaitan dengan menulis buku misalnya, ide-ide penulis tidak dilindungi hak cipta sampai ide-ide tersebut diwujudkan dalam bentuk sebuah buku. Perlindungan hak cipta mencakup semua elemen pada buku yang dapat digolongkan sebagai ekspresi si penulis.

Intellectual Property harusnya masuk dalam kurikulum sekolah

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi hal penting untuk diapresiasi dan dilindungi karena akan memperkaya inovasi yang akan mendukung persaingan dan meningkatkan daya saing bangsa. MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan) merupakan organisasi yang terdiri dan dibentuk oleh pemilik Hak Kekayaan Intelektual, khususnya merek yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap tindakan pemalsuan di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Novel Dewi Dee Lestari Tak Luput Dari Pembajakan

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dewi “Dee” Lestari, penulis Perahu Kertas sangat perhatian pada masalah pembajakan hak cipta. Sebagai penulis, Dee ingin bukunya dibaca masyarakat secara luas, baik versi konvensional, atau digital. Tetapi ia pun ingin hasil karyanya dihargai secara adil.

Baca lebih lanjut